Wuwung Kecam Aksi Brutal Oknum Polisi Terhadap Mahasiswa UKIT

21 September 2016 \\ Tomohon \\ 299 Dibaca

Tomohon, kawanuanews.co - Hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum dilindungi oleh konstitusi, yakni dalam Pasal 28E UUD 1945 dan UU No 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Namun unjuk rasa mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) di Kantor Sinode GMIM (20/09) berujung pada tindakan kekerasan oknum polisi terhadap mahasiwa UKIT yang juga adalah aktivis GMKI Tomohon.

Arther Wuwung, Ketua KNPI Kota Tomohon mengecam tindakan oknum polisi yang merupakan bentuk perilaku improsedural oleh aparat. Menurutnya aksi brutal aparat merupakan pelanggaran HAM.

"Mungkin mereka lupa bahwa aksi unjuk rasa itu dilindungi undang-undang, dan kewajiban aparat untuk melindungi, bukan malah melakukan tindakan pemukulan. Apalagi mereka itu Mahasiswa, bukan Korupsi, Narkoba ato Teroris." Ujar Wuwung.

Selain itu, Peraturan Kapolri tentang Pedoman Pengendalian Massa serta peraturan terkiat lainnya melarang aparat melakukan tindakan kekerasan dan terutama berkewajiban menghormati HAM setiap pengunjuk rasa.

"Rekaman video aksi pemukulan aparat terhadap mahasiswa UKIT yang tersebar di media sosial bisa jadi bukti tindakan melawan hukum dari aparat penegak hukum." Terang Wuwung yang juga pernah menjabat Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa UKIT Tomohon periode 2006-2007.

Wuwung meminta agar Kapolres Tomohon dapat menindak tegas anggotanya yang melakukan kekerasan karena telah merusak citra kepolisian dan ia pun berharap agar kejadian ini tidak terulang lagi.

"Protap kepolisian tidak mengenal ada kondisi khusus yang bisa dijadikan dasar aparat polisi melakukan tindakan represif." Pungkas Wuwung. (Lefrando)

Komentar
Leave a reply.