UNSRAT dan YBLI Gelar Sosialisasi Perlindungan Hukum Bagi Pelaku Pengobatan Tradisional

08 September 2016 \\ Sulut \\ 300 Dibaca

Universitas Sam Ratulangi bekerjamasa dengan Yayasan Bina Lentera Insan (YBLI) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Perlindungan Hukum bagi Pelaku Pengobatan Tradisional. Bertempat di Aula Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (08/09).

Ketua YBLI Asep Rahman menyampaikan, “Sulawesi Utara, sama halnya dengan daerah lain memiliki banyak penyehat tradisional. Mereka ini juga merupakan tenaga kesehatan yang mempunyai peran dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat” ujarnya.

Menurut Rahman, keberagaman suku dengan segala teknik pengobatan tradisional serta kekayaan alamnya berupa berbagai tanaman obat sudah selayaknya menempatkan Indonesia sebagai pusat kajian pengobatan tradisional dunia. “Ini merupakan sebuah potensi besar, maka dari itu perlu penguatan hukum sebagai perlindungan baik untuk penyehat tradisional maupun pasien yang mereka tangani,” kata Rahman.

Mewakili Dinkes Sulut, Syane Doodoh mengutarakan bahwa pemerintah sangat menaruh perhatian bagian perkembangan pengobatan tradisional. “Dinas Kesehatan melakukan pembinaaan bagi pelaku kesehatan tradisional, misalnya kami telah melakukan pelatihan bagi pemijat patah tulang sebanyak 60 orang di Minahasa Selatan dan Minahasa Utara. Kedepannya kesehatan tradisional akan dapat diintegrasikan dengan layanan kesehatan moderen.” jelas Syane.

Selain kegiatan sosialisasi, dalam kesemapatan ini dilakukan Focus Discussion Group terkatit Model Perlindungan Hukum bagi Pelaku Pengobatan Tradisional. Michael Naenggolan, Akademisi UNSRAT menjelaskan peran Perguruan Tinggi dalam berkontribusi. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, bukti bahwa peran perguruan tinggi dalam memberi kontribusi positif dalam dinamika masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan ini instansi Balai Pelestarian Nilai Budaya Manado, Kementerian Agama Kota Manado, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Manado, Pasific Institute, Asosiasi Pengobat Tradisional Ramuan Indonesia, Asosiasi Penyehat Tradisional, dan Masyarakat Hukum Kesehatan Sulawesi Utara. (Lefrando)

Artikel Terkait
Komentar
Leave a reply.