Tasia : IYD 2016 Luar Biasa

06 Oktober 2016 \\ Minahasa \\ 459 Dibaca

Tondano, kawanuanews.co - Indonesia Youth Day atau biasa disebut IYD yang digelar di Manado tanggal 1 hingga 6 Oktober 2016 meninggalkan kesan mendalam bagi Orang Muda Katolik (OMK) yang terlibat aktif dalam ajang "baku dapa" OMK seluruh keuskupan di Indonesia.

Anastasia Margaretha Sidabutar, Perempuan kelahiran Pekanbaru tahun 1992 bersyukur bisa dipilih untuk ikut dalam IYD 2016. Ia belajar banyak untuk bisa memberi dari kekurangan dan keterbatasan yang ia punya. Iapun belajar banyak budaya dan adat istiadat dari Minahasa, terutama dalam pergaulan orang muda yang memiliki beragam karakter. Penerimaan masyarakat Minahasa memberi kesan tersendiri baginya.

"Jujur saya benar-benar terharu dan benar-benar tersanjung sekali atas penyambutan dari masyarakat Paroki Mokupa, khususnya Stasi Koha. Semua masyarakat Koha terlihat sangat antusias dan senang hati menerima kami di lingkungan mereka. Mulai dari anak kecil sampai orang tua pun ikut serta dalam penyambutan kedatangan kami. Luar biasa." Ujar Tasia panggilan akrab Anastasia.

Menurut Tasia, terlalu singkat waktu baginya untuk mengeksplorasi keindahan dan keunikan di Sulawesi Utara. Meski begitu, kesan ramah penyambutan masyarakat dan keindahan alam di Minahasa membuatnya kagum dan bangga.

"Masih terlalu singkat waktu saya untuk bisa eksplore Minahasa. Tapi yang paling jelas saya tahu, bukan hanya alam yang indahnya luar biasa saja disini, tapi juga masyarakatnya yang ramah luar biasa." Ungkap perempuan berdarah batak ini.

Selain itu, Tasia yang selama kegiatan live in di Desa Koha, sangat terkesan dengan kuliner Minahasa. "Kebetulan saya hobi makan, Minahasa juga surga untuk para wisatawan kuliner seperti saya." Katanya tertawa.

Di IYD 2016, Tasia mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari gotong royong di gereja, latihan koor bersama, kunjungan ke kelompok-kelompok rukun, kelompok kategorial, dan komunitas-komunitas anak muda yang ada di Koha. Ia juga sempat diajak jalan-jalan keliling-keliling kota Manado sampai wisata ke Bukit Kasih.

Pengalaman ini membuat Tasia ingin kembali ke Minahasa untuk menikmati keindahan alam yang belum sempat ia kunjungi. "Saya betah banget malah. Seandainya ada kesempatan dan rezeki, ingin rasanya kembali lagi ke sini." Pungkasnya.

Komentar
Leave a reply.