Rektor UKIT Yayasan GMIM A.Z.R. Wenas Lantik Pimpinan Baru Program Pascasarjana

03 September 2016 \\ Tomohon \\ 2953 Dibaca

Tomohon, Kawanuanews.co - Rektor Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) Yayasan GMIM A.Z.R. Wenas, Yopie A.T. Pangemanan, Jumat (2/09) kemarin di Pendopo A.Z.R. Wenas, Talete melantik sejumlah pimpinan baru di universitas ini, di antarannya pimpinan di Program Pascasarjana.

Rektor UKIT, Yopie A.T. Pangemanan ketika dihubungi Kawanuanews.co Sabtu (03/09) pagi menegaskan, dia siap menghadapi resistensi dari pihak-pihak tertentu yang tidak setuju dengan kebijakannya ini.

"Karena itu resiko pengambilan keputusan untuk membenahi program pascasarjana yang selama ini dikelola sesuka hati," kata Pangemanan.

Dia berharap, manajemen baru harus dapat mengembalikan kewibawaan program pascasarjana yang benar-benar 'post graduate atmosphere', dan menjadikannya sarana pendalaman dan perluasan ilmu, menjadi central of excellent, tidak lagi semata urusan jumlah mahasiswa yang ujung-ujungnya uang.

"Saya sungguh percaya bahwa para pejabat baru telah teruji kapasitas keilmuan dan integritasnya," katanya lagi.

Lanjut Pangemanan, UKIT akan semakin maju lagi, termasuk program pascasarjananya jika rekonsiliasi dan unifikasi UKIT akan segera terwujud.

Kabag Humas UKIT, Arie M. Andes kepada Kawanuanews.co menjelaskan, nama-nama yang dilantik sebagai pimpinan Program Pascasarjana UKIT adalah, Dr. Drs. Welky Karouwan, M.Si sebagai Plt. Direktur, Pdt. Dr. Sientje Abram sebagai Plt. Asisten Direktur Bidang Akademik, Dr. Daniel Stefanus Imanuel Sondakh, SE, MT sebagai Plt. Asisten Direktur Bidang Non Akademik, Pdt. Dr. Jan Hendrik Rapar, PhD sebagai Plt. Ketua Program Studi S3 Teologi dan Pdt. Dr. Adriana Lala sebagai Plt. Ketua Program Studi S2 Teologi.

Rektor juga melantik secara definitif Dekan Fakultas Teologi, Pdt. Peggy Sandra Tewu, Th.M dan Joni Kutu Kampilong sebagai Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerjasama serta dua biro lainnya.

Andes menambahkan, khusus pimpinan baru di aras program pascasarjana semuanya bersifat sementara sambil menunggu pimpinan yang definitif nanti.

"Mudah-mudahan peristiwa ini bisa menjadi momentum unifikasi ukit yg sesungguhnya. Tidak berlebihan jika nantinya mimpi kita mnjadi kenyataan yaitu lahirnya pemimpin Gereja yang reformis dan transformis di tubuh GMIM," tandas Andes. (redaksi Kawanuanews.co)

Artikel Terkait
Komentar
Leave a reply.