Pengguna Ijasah Program Pascasarjana UKIT Wenas Dapat Dikenai Sanksi Pidana

15 September 2016 \\ Hukum & Kriminal \\ 4965 Dibaca

Tomohon, KawanuaNews.co - Koordinator Tim Pengacara Yopi A.T. Pangemanan, Rektor UKIT Yayasan GMIM A.Z.R. Wenas, Supryadi Pangellu, SH mengatakan, terkait dengan laporan klien mereka ke Polda Sulawesi Utara tentang penyenggaraan kegiatan akademik Program Pascasarjana Teologi, meski itu langsung mengarah ke mantan direktur, kaprodi S2 dan S3 program pascasarjana serta Dirjen Bimas Kristen, namun nanti bisa juga berdampak pada pihak-pihak pengguna ijasah. Ancaman sanksi hukuman pidana dapat berlaku juga bagi para pengguna ijasahnya.

"Pada prinsipnya, sesuai pasal 69 UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas dan pasal 93 UU No. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, baik pihak yang mengeluarkan ijasah maupun yang menggunakan dapat dikenai ancaman sanksi hukuman penjara. Khusus bagi para pengguna dapat dikenai ancaman hukuman 5 tahun penjara," kata Pangellu ketika dihubungi KawanuaNews.co, Kamis (15/09).

Menurut Pangellu ancaman hukuman itu berlaku jika mereka-mereka yang telah menggunakan ijasah dari program pascasarjana itu tidak merasa dirugikan atau bahkan tetap mempertahankan ijasahnya.

"Makanya kami menghimbau kepada saudara-saudara yang telah memegang ijasah dari program pasca sarjana itu untuk melaporkan perbuatan oknum-oknum tersebut atau secara sportif menyatakan bahwa mereka telah dirugikan," ujar Pangellu.

Dokumen ijasah dalam bentuk kopian yang berhasil diperoleh KawanuaNews.co kopnya menggunakan nama Universitas Kristen Indonesia Tomohon, kemudian disebutkan bahwa ujian dilaksanakan tanggal 18 Maret dan penerbitan ijasah tanggal 23 Maret 2016.

Lalu disebutkan yang menandatangani ijasah adalah Direktur Program Pasca Sarjana Pdt. Dr. Albert O. Supit, D.Th. Sementara di sebelah kiri ijasah disebutkan, "Ditandasahkan oleh Direktur Jenderal Bimas Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. Odhita Hutabarat, M.Th."

Rabu, 14 September Yoppie A.T. Pangemanan, rektor UKIT Yayasan Wenas didampingin tim pengacaranya telah melaporkan ke Polda pelaksanaan ujian dan wisuda di Program Pasca Sarjana Teologi UKIT Y. Wenas periode bulan Maret 2016 yang tidak diketahui oleh rektor.

Laporan ini menyasar ke direktur, kaprodi S2 dan S3 Program Pasca Sarjana Teologi serta Dirjen Bimas Kristen yang ikut menandatangi ijasah para mahasiswa.

"Bukti-bukti, menurut kami sudah lebih dari cukup, yaitu berupa ijasah dan bukti-bukti lain tentang penyelenggaraan akademik di program pasca sarjana tersebut," tandas Pangelu. (Redaksi KawanuaNews.co)

Komentar
Leave a reply.