Pangemanan: "Ini Konspirasi yang Belum Matang"

31 Agustus 2016 \\ Tomohon \\ 4423 Dibaca

Tomohon, Kawanuanews.co - Menanggapi pemberhentian sementara terhadap dirinya dari jabatan sebagai Rektor UKIT oleh pengurus Yayasan GMIM A.Z.R. Wenas, Yopie A.T. Pangemanan mengatakan, hal itu terkait dengan taktik seorang oknum petinggi BPMS GMIM yang mempersoalkan ijasah magisternya. Oknum tersebut melakukan taktik ini karena berupaya menghentikan upayanya sebagai rektor untuk membongkar pelanggaran di Program Pascasarjana Teologi UKIT Yayasan GMIM Ds. A.Z.R. Wenas dan juga upaya unifikasi UKIT.

“Ini konspirasi yang belum matang oleh oknum-oknum itu,” kata Pangemanan ketika dihubungi Kawanuanews.co,Rabu (31/08) sore tadi.

Pada tanggal 16 sampai 18 Maret lalu, Program Pascasarjana Teologi  UKIT Yayasan GMIM Ds. A.Z.R. Wenas menggelar Ujian Tesis dan Disertasi. Sebanyak 107 mahasiswa telah mengikuti ujian tersebut. Lalu kemudian dilaksanakan wisuda. Namun, ijasah para wisudawan itu tidak ditandatangani oleh rektor. Meskipun tanpa persetujuan rektor melalui tandatangannya di ijasah serta kehadirannya, acara wisuda tetap dilaksanakan oleh pimpinan program pascasarjana.

Pengurus Yayasan GMIM A.Z.R. Wenas pada tanggal 29 Agustus telah mengambil langkah pemberhentian sementara terhadap Pangemanan dari jabatan Rektor UKIT. Namun, sejak sore tadi beredar di media sosial Facebook gambar SK No. 248/YGAZRW.PT/VIII-2016 tentang Penetapan Kembali Tugas Jabatan Rektor Universitas Kristen Indonesia Tomohon UKIT, yang pemberlakuannya mulai tanggal 31 Agustus 2016.

Rektor Pangemanan membenarkan adanya SK penetapan kembali tersebut dan mengaku sudah menerimanya.

“Kebenaran tak bisa dikalahkan,” katanya.

Sebelumnya, ratusan mahasiswa UKIT telah menyatakan dukungan mereka kepada rektor Yopie A.T. Pangemanan. Mereka menggelar demo di depan kantor sinode dengan membawa poster-poster yang bertuliskan kalimat-kalimat kecaman terhadap oknum-oknum yang menurut mereka telah berupaya menghancurkan UKIT.

Sementara itu di media sosial beredar Petisi yang dibuat oleh mahasiswa menolak penonaktifan rektor UKIT tersebut. Disebutkan bahwa petisi itu dialamatkan kepada oknum-oknum BPMS GMIM dan pengurus Yayasan GMIM A.Z.R. Wenas.

“Kami mengecam tindakan oknum-oknum tertentu yang ingin merusak dan menghancurkan UKIT Ds. A. Z. R. WENAS di bawah kepemimpinan Rektor Yopie A. T. Pagemanan, S.Pd., MM,” demikian bunyi salah satu poin dalam petisi itu.(Redaksi Kawanuanews.co)

Artikel Terkait
Komentar
Leave a reply.