Mewoh: Isu SARA Ancam NKRI

24 November 2016 \\ Sulut \\ 309 Dibaca

Manado, KawanuaNews.co - Pelaksana tugas (Plt) Asisten Pemerintahan dan Kesra, Roy Mewoh, mewakili Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey, membuka rapat koordinasi sinergitas keamanan dan ketertiban yang melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, LSM, Ormas dan pejabat utama TNI Polri untuk mengantisipasi demo 2 Desember 2016, Kamis (24/11), di ruangan C.J. Rantung, Kantor Gubernur Sulut.

Plt Asisten 1, Roy Mewoh mengatakan dengan rapat ini akan mampu mengoptimalkan, mensolusikan berbagai permasalahan, serta menyamakan persepsi untuk mengefektifkan pelaksanaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Sebagai warga negara, berhak untuk berperan aktif juga berkewajiban dalam menciptakan keamanan dan ketertiban.

Terkait dengan dengan isu SARA (suku, agama, ras, dan antar-golongan), paham radikalisme, Mewoh menambahkan harus dipahami sebagai ancaman bukan saja bagi keamanan dan ketertiban kehidupan bermasyarakat, namun juga bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sehingga perlu disikapi secara bijak.

"Karenanya dengan forum ini akan dapat kita maksimalkan sebagai wahana koordinasi guna merevitalisasi peran kita sebagai warga negara atau masyarakat dalam menciptakan iklim kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara yang aman dan tertib," ujar Mewoh.

"Disamping itu sebagai sarana peningkatan sinergitas guna memperkuat hubungan persatuan kesatuan dalam tekad visi, persepsi, serta komitmen dalam kerangka pelaksanaan keamanan dan ketertiban yang tetap berada pada koridor peraturan perundang-undangan yang terbingkai dalam semangat Bhineka Tunggal Ika," tutup Mewoh. (Meliza)

Komentar
Leave a reply.