Konflik Bersenjata Ancam Kehidupan Anak dan Pendidikan di Afghanistan

17 Agustus 2016 \\ Internasional \\ 217 Dibaca

New York, Kawanuanews.co- Human Rights Watch (HRW) dalam sebuah laporan yang dirilis Rabu (17/08) menyebutkan bahwa, pasukan keamanan Afghanistan telah menggunakan sekolah sebagai pangkalan militer di daerah yang dikuasai Taliban. Tindakan ini mengancam kehidupan anak-anak dan pendidikan di negara itu.

"Pendidikan anak Afghanistan beresiko tidak hanya dari Taliban, tetapi juga dari pasukan pemerintah yang menempati sekolah mereka," kata Patricia Gossman, peneliti senior Afghanistan dari HRW di situs www.hrw.org.

Laporan berjudul,  “Education on the Front Lines: Military Use of Schools in Afghanistan’s Baghlan Province,” itu didasarkan pada hasil wawancara dengan lebih dari 20 kepala sekolah, guru-guru, para pegawai serta keluarga setempat yang terkena dampak konflik.

Konflik yang tak henti-hentinya di Afghanistan telah membuat sistem pendidikan di negara itu hancur. Sejak akhir tahun 2001, upaya rekonstruksi telah dilakukan oleh sejumlah negara donor. Upaya tersebut difokuskan pada pembangunan kembali infrastruktur pendidikan yang hancur. Mereka membangun sekolah, mendukung pelatihan guru, dan menyediakan buku pelajaran dan bahan lainnya ke sekolah-sekolah di seluruh negeri. Namun karena situasi keamanan yang terus memburuk dalam beberapa tahun terakhir, sekolah-sekolah semakin terancam oleh pasukan pemberontak dan pasukan keamanan Afghanistan yang menggunakannya untuk operasi militer.

Komentar
Leave a reply.