Jumlah Wisman yang Berkunjung ke Sulut Terus Meningkat

18 Agustus 2016 \\ Politik & Pemerintahan \\ 340 Dibaca

Manado, Kawanuanews.co - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) memberi perhatian serius terhadap sektor pariwisata di daerah ini dengan terus berupaya meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang berkunjung. Pemerintah provinsi sendiri mengklaim, jumlah wisman dari Tiongkok yang berkunjung selama satu bulan hingga pertengahan Agustus ini mencapai sekitar10 ribu orang.

Data perkembangan pariwisata yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut awal Agustus ini menyebutkan, jumlah wisman yang berkunjung ke Sulut per Juni 2016 sebanyak 1.295 orang atau mengalami peningkatan sebesar 27,21 persen dibanding bulan Mei sebelumnya yang yang berjumlah 1.018 orang. Sementara, data dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI yang disiarkan di situs www.kemenpar.go.id menyebutkan, selang bulan Januari sampai Juni 2016 jumlah wisman yang telah berkunjung ke Sulut sebanyak 7,423 orang, dan khusus bulan Juni sebanyak 1.328 orang.

Para wisman yang datang ke Sulawesi Utara melalui pintu masuk Bandara Internasional Samratulangi. Jumlah wisman per bulan Juni berdasarkan kebangsaan menurut Kemenpar, didominasi Singapura sebanyak 195 orang, menyusul Eropa sebanyak 166 orang, kemudian Amerika dan Australia. Sementara wisman dari Tiongkok pada bulan itu baru berjumlah 51 orang.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menargetkan jumlah wisman yang akan berkunjung ke daerah nyiur melambai ini dapat mencapai 300.000 orang.

“Target kunjungan wisatawan di Sulut 300.000 orang semoga dapat tercapai. Di Sulut banyak objek wisata begitu juga dengan wisata religi yakni makam kyai mojo. Mudah-mudahan dengan dibukanya penerbangan langsung dari luar negeri memberikan banyak manfaat untuk peningkatan kesejahteraan rakyat,” ujar Gubernur Olly Dondokambey saat membuka pelaksanaan Tournament of Flower (ToF) di Tomohon beberapa waktu lalu.

Optimisme Pemprov Sulut ini harus diperhadapkan dengan kenyataan tidak masuknya Taman Nasional Bunaken dalam 10 destinasi wisata unggulan di Indonesia. Penyebab utaman adalah tidak terjaganya kebersihan di tempat wisata andalan Sulut itu. (Redaksi Kawanuanews.co)

Komentar
Leave a reply.