Ibu Teresa Resmi Menjadi Santa di Antara Sejumlah Kritik

04 September 2016 \\ Internasional \\ 1373 Dibaca

Vatikan, Kawanuanews.co– Paus Fransiskus I telah menobatkan Ibu Teresa sebagai santa atau orang suci pada hari ini, Minggu (04/09) di Lapangan St. Petrus, Vatikan. Misa Kudus dan upacara kanonisasi ini  dihadiri sekitar 100 ribu  peziarah. Namun, kritik terkait kehidupannya disampaikan oleh sejumlah kalangan.

Pengumuman untuk penobatan terhadap Ibu Teresa ini sudah dilakukan oleh Paus sejak Maret lalu. Setelah Gereja Katolik Roma menerima laporan pengakuan dua mukjizat yang dilakukan biarawati yang dihormati banyak orang ini. Penobatan ini dilakukan setelah Gereja Roma Katolik setelah mengakui laporan tersebut, bahwa Ibu Teresa dianggap berjasa menyembuhkan seorang perempuan di India yang menderita kanker pada 1998. Kesembuhan serupa juga terjadi pada pria Brazil yang terkena infeksi otak pada 2008.

“Setelah sering bermusyawarah dan berdoa memohon petunjuk ilahi, kemudian mendengarkan pendapat banyak uskup kita, kami menyatakan dan menobatkan Bunda Teresa dari Kolkata menjadi santa (sebutan untuk orang suci dalam agama Katolik). Kami juga menambahkannya ke dalam daftar orang-orang kudus, serta mendekritkan dia harus dihormati selayaknya para santa dan santo oleh seluruh gereja (Katolik),” kata Paus seperti dilansir dari BBC, Minggu (04/09).

Ibu Teresa dikenal sebagai seorang biarawati keturunan Albania yang telah mengabdikan hidupnya untuk pelayanan kepada orang-orang miskin di Kalkulta, India. Ia terlahir dengan nama Agnes Gonxha Bojaxhiu di Üsküb, Kerajaan Ottoman, 26 Agustus 1910 dan meninggal di Kalkuta, India, 5 September 1997 pada umur 87 tahun. Selama kurang lebih 47 tahun, ia melayani orang miskin, sakit, yatim piatu dan sakit parah di Kalkuta. 

Karena kerja kemanusiaanya itu, pada tahun 1979, ia mendapat penghargaan Nobel Perdamaian.

Dihormati Tapi Juga Dikritik

Dalam khotbahnya pada Misa Kudus dan Beatifikasi itu, Paus Fansiskus I mengatakan, Ibu Teresa adalah seorang yang telah berkomitmen untuk membela kehidupan. “Ibu Teresa, dalam semua aspek hidupnya, adalah orang yang telah membagikan kemurahan hati rahmat Ilahi, membuat dirinya menjadi bagian untuk semua orang,” kata Paus seperti dilansir dari news.va.

Paus mengatakan lagi, bahwa sepanjang hidupnya Ibu Teresa telah menyatakan komitmennya untuk membela kehidupan. Ia membela orang-orang yang lemah dan rentan.

Namun, kritik yang dilancarkan oleh sejumlah orang menjadi bagian tersendiri dari kisah hidup biarawati ini. Cnnindonesia.com mengutip NBC News, mengatakan, kritik lain menyebut Ibu Teresa pelit dalam memberikan standar pelayanan medis, memberi ceramah pada pasiennya, termasuk diktator dan sok jadi pahlawan.

Pernah ada gambar Bunda Teresa sebenarnya lebih suka berkeliling Kalkutta dengan pesawat pribadi.

Sebagian masyarakat Kalkutta menganggap upaya Ibu Teresa mengentaskan kemiskinan di kota itu justru di sisi lain membunuh karakter perkotaan. Penduduk sedih karena kota mereka jadi tidak berbeda dengan daerah-daerah lain di India.

"Tiap kota punya identitas. Punya nuansa. Karena Bunda Teresa terkenal dan memenangi Nobel, Kalkutta jadi sangat bernuansa pemikiran Barat," kata salah satu warga, Banerji kepada NBC News.

Ia melanjutkan, "Sengaja atau tidak, saya merasa dia merampok Kalkutta untuk identitasnya."

Aroup Chatterjee, dokter kelahiran Kalkutta yang berbasis di London menyebut apa yang diajarkan Ibu Teresa lebih berbahaya ketimbang baik. Ia melakukan riset soal Bunda Teresa dan menuliskan  kritiknya dalam bukunya yang terbit Desember 2002 berjjudul Mother Teresa: The Final Verdict.

Chatterjee antara lain mengkritik  rumah perawatan di Kalcutta yang sebenarnya sangat kecil, hanya 80 tempat tidur dan memberikan perawatan medis yang kecil pula. Jarum suntik digunakan berulang,  dan obat penghilang rasa sakit jarang diberikan kepada para pasien.   Chatterjee juga menyebutkan, bahwa Ibu Teresa sering menerima uang dari sumber yang mencurigakan, yang paling terkenal di antaranya adalah Charles Keating, pencuri paling terkenal di Amerika. (Redaksi Kawanunews.co)

 

Sumber: news.va, cnnindonesia.com dan amazon.com

Artikel Terkait
Komentar
Leave a reply.