GAC-AGC Sokong Pemerintah dan Penambang di Sulut

20 Maret 2018 \\ Sulut \\ 54 Dibaca

Dorong Kesadaran Meningkatkan Kesejahteraan Publik dan Kelestarian Lingkungan

Manado, kawanuanews.co-Demi meningkatkan kesadaran terhadap isu Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) di Sulawesi Utara (Sulut), Artisanal Gold Council (AGC) luncuran 'PERS (Program Emas Rakyat Sejahtera) Week'.  PERS merupakan program peningkatan pembangunan sektor PESK. Tujuannya untuk mendorong kualitas mata pencaharian, kelestarian lingkungan, dan kesehatan bagi komunitas PESK di wilayah program di Indonesia. Program ini didanai Global Affairs Canada (GAC) bekerjasama dengan pemerintah Indonesia. Selanjutnya diimplementasikan oleh AGC. Kegiatan ini berlangsung dari 19-24 Maret di Manado dan Tobongon, Sulut. Daerah tersebut merupakan salah satu site program PERS di Indonesia.  PERS Week akan menghentar isu PESK sebagai perangkat pembangunan di daerah.

Utamanya, bagaimana pemerintah, baik di Sulut maupun nasional dapat menyelesaikan permasalahan pada sektor ini.  Sedikitnya ada tiga kegiatan digelar pekan ini.

Pertama,National Action Plan on ASGM (NAP) Baseline Training Workshops, mulai 19-22 Maret 2018 di Manado dan Tobongon.

Kedua, Kunjungan Duta Besar Kanada, HE Peter MacArthur pada 21 Maret 2018 di Tatelu.

Ketiga, akan diselenggarakan aktivitas dengan komunitas di Tobongon bekerjasama dengan mitra lokal PERS yaitu AMAN (Aliansi Masyarakat Adat) Sulut, 24 Maret 2018.

PERS Week, NAP training ini dibuka secara resmi oleh Director of Hazardous Management, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indinesia, Ir Yun Insiani MSc di Swissbell Hotel Manado. Kata dia, program PERS ini selaras dengan komitmen pemerintah Indonesia.

Tentunya dalam mendukung keberlangsungan sektor PESK. "Juga mem-push salah satu program prioritas PERS untuk mengedukasi komunitas PESK. Jadi, di dalamnya dianjurkan berhenti menggunakan merkuri. Ini sesuai dengan program nasional dalam penghapusan merkuri,” ujar Yun Senin (19/3).

Diketahui, workshop ini dimaksudkan untuk membantu badan pemerintah. Utamanya dalam menyiapkan NAP sebagai bagian dari kewajiban Indonesia di bawah Minamata Convention. AGC Project Manager Indonesia, Richard Gutierrez mengatakan, pihaknya sangat terbantukan oleh GAC.

Khsusnya dalam upaya menggiring para ahli dari Kanada agar bisa membantu pemerintah Indonesia. Itu terkait usaha memenuhi kewajiban Indoesia dalam Konvensi Minamata. Juga untuk mendukung upaya lainnya dalam pemberdayaan gender, lingkungan dan kesehatan di sektor PESK. "PERS dengan bangga membantu pemerintah Indonesia dalam mengambil langkah penting,” ujar Gutierrez. Training Artisanal and Small-scale Gold Mining (ASGM) Baseline ini dipandu oleh tim ahli dari AGC, Jennifer O’ Neill. 

Workshop tersebut dihadiri 20 peserta dari KLHK dan universitas di Indonesia. Training ini sejalan dengan ASGM toolkit “Estimating Mercury use and Documenting Practices in ASGM: Methods and Techniques”, yang merupakan buku panduan dan alat analisis AGC/ United Nations Environmental Progream. Ini dirancang untuk membantu baseline merkuri ASGM di bawah NAP. (timkn)

Komentar
Leave a reply.