DPD-RI Bakal Susun RUU Perlindungan Pasien di Kota Tomohon

04 Februari 2018 \\ Tomohon \\ 59 Dibaca

Tomohon, kawanuanews.co - Kota Tomohon menjadi terpilih lokasi Kunjungan Kerja (Kunker) Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI). Kunker akan berlangsung di Kantor Walikota Tomohon besok, Senin (5/2). Ketua Delegasi, Ir Stefanus BAN Liow yang juga Ketua Komisi P/KB Sinode GMIM ini mengatakan, kedatangan mereka untuk menggali informasi di Kota Tomohon terkait agenda penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) perlindungan pasien.

Dipilihnya Kota Tomohon kata Liow, memiliki alasan yang jelas. Raihan Tomohon sebagai kota dengan Indeks Pembangunan Manusia tertinggi se-Provinsi Sulawersi Utara Tahun 2016, jadi pemicunya.

"Ya, ini dianggap bisa menjadi contoh bagi provinsi lain dalam hal pemberian layanan kesehatan. Apalagi, Tahun 2017 lalu, Tomohon juga berhasil meraih penghargaan Kota Sehat kategori tertinggi, yakni Swasti Saba Wistara," ujar Liow.

Dalam Kunker nanti kata Liow, pihaknya akan menghadirkan jajaran Pemerintah Kota Tomohon, unsur rumah sakit umum milik pemerintah maupun swasta, akademisi dan praktisi di bidang kesehatan. Juga organisasi non pemerintah yang konsern pada advokasi hak-hak kesehatan masyarakat, termasuk praktisi hukum.

Dikatakannya, pada tingkat mikro yaitu individual dan keluarga, kesehatan merupakan dasar produktivitas kerja dan kapasitas untuk belajar di sekolah. Tenaga kerja yang sehat secara fisik atau mental akan lebih enerjik dan kuat. Lebih produktif dan mendapatkan penghasilan yang tinggi.

Sedangkan tingkat makro, penduduk dengan tingkat kesehatan yang baik merupakan masukan penting untuk menurunkan kemiskinan, menumbuhkan ekonomi dan pembangunan ekonomi jangka panjang.

"Jadi, sudah sangat tepat jika kunjungan ini dilakukan di Kota Bunga Tomohon," sebutnya.

Dikabarkan, rombongan Kunker tersebut akan menggali berbagai informasi pengalaman dan praktek yang dilakukan rumah sakit serta tenaga kesehatan terhadap pemberian layanan kepada pasien. Menurut Liow, masyarakat kekinian semakin menyadari hak-haknya sebagai konsumen kesehatan.

"Sehingga, masyarakat sering bertanya tentang penyakit, pemeriksaan, pengobatan serta tindakan kesehatan secara kritis. Bahkan, tidak jarang mereka mencari pendapat kedua. Nah, hal tersebut merupakan hak yang selayaknya dihormati oleh pemberi pelayanan kesehatan," pungkas Stef, sapaan akrab Liow.

Adapun Komite III DPD RI yang akan berkunjung berjumlah 11 anggota dan 6 staf sekretariat. Rombongan Kunker dipimpin Wakil Ketua Komite III, Dr Delis J Hehi MARS (Sulawesi Tengah) dan terdiri dari H Noli Candra SE (Sumbar), Riri DJ Latief SPsi (Bengkulu), Bahar Buasan ST MSM (Bangka Belitung), Hj GKR Ayu K Indriyah (Jateng), KH Ahmad S Karim Lc (Banten), HAM Iqbal Parewangi (Sulsel), KH M Syibli Sahabuddin Sag MAg (Sulbar), Novita Anakotta SH MH (Maluku) dan Hj Suriati Armaiyn (Malut).

Sementara, dari Sekretariat Komite III, yakni Mochamad Ilyas SIP MAP (Kabag Sekretariat), Abdul Azid MSi, Jasfrinensih SPt MAB, Dyah Aryani P SH MH (Staf Ahli), Rido Ilahi Siregar SH (Staf SBAN Liow), Fikri Muftih Akbar (Staf Media Visual). Diketahui, Kunker dimaksud, berdasarkan tugas konstitusional Pasal 22 D UUD Negara RI Tahun 1945 dan pasal 224 UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD. (mbe)

Komentar
Leave a reply.