Didemo Mahasiswa, Rektor UNIMA Minta Waktu Mengkaji

13 September 2016 \\ Minahasa \\ 2931 Dibaca

Tondano, kawanuanews - Seminggu menjabat, Rektor Universitas Negeri Manado (UNIMA), prof Julyeta Runtuwene di demo mahasiswa Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), selasa (13/09) siang di kantor pusat UNIMA.

Aksi mahasiswa dilakukan lantaran pihak kampus terkesan mengabaikan jerih payah mahasiswa dan biaya kuliah dari orang tua selama kuliah. Mahasiswa menuntut agar pihak kampus serius dalam proses mengurus ijin oprasional program ptudi (prodi) Farmasi.

Hal tersebut didasarkan pada surat nomor 9271/UN41/PS/2016 tanggal 30 Agustus 2016 yang tidak mengakui perkuliahan kosentrasi di bawah program studi. Surat itu menjelaskan bahwa konsentrasi Farmasi dan Geotermal otomatis dipindahkan ke prodi Ilmu Kimia dan Ilmu Fisika.

Rektor UNIMA, yang menerima langsung pendemo, meminta agar diberikan waktu untuk mengkaji masalah tersebut karena tuntutan mahasiswa adalah informasi awal baginya. Diketahui Prof Julyeta Runtuwene resmi menjabat sebagai Rektor pada seminggu yang lalu (07/09) setelah serah terima jabatan dengan Prof Jamal Wiwoho plt Rektor UNIMA sebelumnya.

"Kesempatan ini sebagai informasi awal bagi saya rektor. Beri saya waktu untuk boleh mengkaji ini secara dalam." Kata Runtuwene didepan mahasiswa.

Lebih lanjut, dikatakan "sebagai pimpinan, saya tetap akan berpegang pada aturan untuk menjalankan perkuliahan. Jadi kami akan mengkaji ini. Sebagai rektor yg baru, saya akan menetapkan berlandaskan aturan. Karena belum tentu apa yang kita minta dan kita anggap baik, itu sesuai aturan." Ujar Runtuwene.

Pihaknya berjanji akan sesegera mungkin menyelesaikan permasalah tersebut. "Jadi saya akan mengkajinya dengan kepala prodi, dekan dan semua pihak terkait. Hasilnya dan langkah selanjutnya akan kami sampaikan. Jadi beri kami waktu. Ada yang tanya sampai kapan, tentu sampai kajian ini selesai. Dan kami akan berusaha dalam waktu sesegera mungkin." Pungkasnya. (Lefrando)

Komentar
Leave a reply.