Bangkitkan Pemuda Tonsea, BPAN Sulut Gelar Kemah

27 November 2016 \\ Sulut \\ 360 Dibaca

Minut, KawanuaNews.co - Gerak aktif dari Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Wilayah Sulawesi Utara (Sulut) kembali dinyatakan lewat kemah pemuda adat yang diselenggarakan BPAN daerah Minahasa Utara (Minut) mulai tanggal 25 sampai 26 November kemarin di Desa Tatelu, Kecamatan Dimembe, Minut. 

Kegiatan ini diikuti oleh pemuda-pemudi Tonsea dan difasilitasi secara mandiri oleh pengurus BPAN Wilayah Sulut dengan melibatkan tua-tua adat Tonsea.

Kemah dibuka dengan ritual yang khusyuk dipimpin oleh tua adat Tonsea, Ventje Suoth. "Kenapa di Sulut sering terjadi bencana? Karena kita banyak yang telah meninggalkan budaya. Kenapa tua-tua dulu bisa melakukan hal-hal yang dilihat sekarang ajaib? Itu bukan karena setan-setan, tapi karena hati mereka yang masih murni," tambah Suoth kepada peserta setelah menaikan doa kepada Opo Empung dengan menggunakan bahasa Tonsea.

Para peserta pun antusias mengikuti kemah, mulai dari mendirikan tenda secara bersama malam sebelum kegiatan dimulai, serta aktif bertanya kepada narasumber, menjawab pertanyaan, bahkan berbagi cerita tentang adat kebudayaan Tonsea bahkan Minahasa pada umumnya selama proses kegiatan berlangsung walaupun hujan mengguyur lebat di sekitar wilayah kemah.

Dibuka dengan ritual, kemah ini pun ditutup dengan ritual disertai tarian Kawasaran yang dibawakan oleh beberapa peserta lengkap dengan pakaian dan atributnya. Ritual ini bukan hanya disaksikan oleh para peserta dan pengurus BPAN Sulut saja, tapi juga warga sekitar.

Menurut Ketua BPAN Sulut, Christi Mamahit, kemah ini bertujuan untuk membangkitkan ketertarikan pemuda adat Minut dengan budaya mereka sendiri sebagai jati diri pemuda Tonsea. "Diharapkan mereka tidak hanya berhenti di sini tapi akan berbuat banyak, bergerak untuk mengurus wilayah adat mereka," ujar Mamahit.

Sementara, Ketua daerah BPAN Minut, Yusac Tangkilisan mengharapkan para pemuda Tonsea bisa bersatu dalam pergerakan keminahasaan. "Kita berharap pemuda Tonsea lebeh kompak, rasa senasib sepenanggungan for mo bekeng bagus ini Minahasa. Depe dampak juga for torang pe anak cucu nanti," tandas pemuda asli Tonsea ini. (Meliza)

 

Komentar
Leave a reply.