Anggota Parlemen Kenya Dorong UU Pengakuan Interseks

03 September 2016 \\ Internasional \\ 263 Dibaca

Nairobi, Kawanuanews.co - Anggota parlemen Kenya, Isaac Mwaura, meminta pemerintah untuk mengesahkan undang-undang yang mengakui gender ketiga untuk mengakhiri diskriminasi terhadap kaum yang mengidentifikasi diri sebagai interseks.

Mwaura juga meminta pendanaan untuk operasi kelamin dan kampanye kesadaran bagi masyarakat umum untuk mengakhiri stigma yang 'melekat' pada orang-orang interseks.

Interseks mengacu pada seseorang yang lahir dengan karakteristik laki-laki dan perempuan secara bersamaan dan diperkirakan mempengaruhi satu dari 2.000 orang setiap tahunnya.

Salah seorang interseks, James Karanja -yang mengidentifikasi dirinya sebagai laki-laki- menceritakan kepada wartawan BBC di Nairobi, Idris Situma, tentang derita yang dialami.

"Nama resmi saya adalah Mary Waithera, nama yang diberikan ibu karena jenis kelamin saya membingungkan saat saya lahir. Mereka kira perempuan, tapi saya laki-laki."

Karanja saat ini menjalani prosedur operasi kelamin dengan biaya medis yang sangat mahal dan banyak orang tak mampu melakukannya.

Dianggap membawa kutukan

Dia mengatakan ketidakjelasan identitasnya ini 'merenggut' kehidupan dan keluarganya, khususnya ibunya.

"Ibu saya mengalami depresi berat karena sanak-saudara saya menjauhi saya. Beberapa mengatakan saya membawa kutukan," ujar Karanja.

Dia juga merasa susah mendapatkan pekerjaan karena, "Beberapa wirausahawan berpikir saya akan membuat bisnis mereka runtuh."

Selain itu, dia mengatakan banyak rekan-rekannya yang tidak kuat menghadapi cobaan hidup serupa dan beberapa sampai mengakhiri hidupnya.

Dengan alasan-asalan itu, Isaac Mwaura ingin mendorong anggota-anggota parlemen lainnya untuk mengalokasikan dana di anggaran untuk membantu biaya-biaya medis bagi orang-orang interseks.

 

bbb.com

Artikel Terkait
Komentar
Leave a reply.